Jakarta – Penyanyi go internasional Agnez Mo kembali ikut memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Indosiar bertajuk “Malam Puncak Kedua Konser Raya 31 Indosiar Luar Biasa” yang digelar di Studio Emtek, Daan Mogot, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Untuk kesekian kalinya tampil di panggung Indosiar, Agnez mengaku selalu merasa antusias setiap dipercaya menjadi bagian dari perayaan ulang tahun stasiun televisi tersebut. Menurutnya, konsep acara tahun ini sangat seru dengan tata panggung dan pencahayaan yang luar biasa megah.
Namun, persiapan penampilannya sempat diwarnai kekhawatiran akibat hujan yang turun sejak pagi hari. Agnez mengungkapkan bahwa sejak jauh hari dirinya sudah melakukan latihan, blocking, hingga perencanaan opening yang dirancang untuk tampil di area luar studio.
“Kita sudah latihan dari jauh-jauh hari dan opening-nya memang direncanakan di luar studio. Begitu hujan, sempat dicoba latihan indoor, tapi menurut aku feel-nya nggak sampai,” ujar Agnez.
Meski sempat dihadapkan pada dilema cuaca, Agnez bersama tim kreatif dan para penarinya sepakat untuk tetap tampil di luar ruangan. Ia menegaskan bahwa kerja keras yang sudah dilakukan akan sangat disayangkan jika batal hanya karena hujan.
“Akhirnya kita sepakat, mau hujan atau nggak, show must go on. Kita sudah latihan habis-habisan dan panggungnya juga sudah sesuai dengan treatment yang kita mau. Puji Tuhan, akhirnya pas show nggak hujan,” lanjutnya.
Tahun ini terasa semakin spesial bagi Agnez karena dirinya mengaku cukup jarang berada di Indonesia dalam setahun terakhir. Hal tersebut membuat rasa rindu dengan penggemar Tanah Air semakin besar.
“Banyak fans yang datang dari luar kota bahkan luar negeri. Jadi rasanya senang banget bisa tampil lagi di Indosiar,” katanya.
Penampilan di HUT ke-31 Indosiar ini juga menjadi salah satu show besar pertamanya di Indonesia sejak 2006, di luar aktivitas syuting iklan. Agnez menyiapkan penampilan yang berbeda dan spesial, termasuk pemilihan lagu yang penuh pertimbangan teknis.
Ia sempat khawatir jadwal acara akan molor hingga larut malam karena kondisi suara yang biasanya menurun setelah pukul 19.00 atau 20.00 WIB. Meski acara berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB, Agnez bersyukur penampilannya berjalan lancar dan mendapat respons positif.
“Komentarnya bagus, fans senang, penonton juga happy. Puji Tuhan semuanya lancar,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agnez juga untuk pertama kalinya membawakan lagu “Party in Bali (PIB)” di panggung Indosiar. Lagu tersebut sebenarnya sudah lama direncanakan untuk dibawakan, namun sempat tertunda karena padatnya jadwal syuting.
“Fans sudah nanyain terus kapan bawain Party in Bali. Sekarang waktunya pas dan memang sudah direncanakan dari berbulan-bulan lalu,” jelas Agnez.
Bagi Agnez, Indosiar memiliki makna emosional tersendiri. Ia mengawali kariernya di stasiun televisi tersebut lewat sinetron Lupus dengan memerankan tokoh Kulu.
“Indosiar itu sudah kayak keluarga. Dari aku kecil banget sudah di sini,” kenangnya.
Ia juga mengapresiasi perkembangan perayaan HUT Indosiar dari tahun ke tahun yang dinilainya semakin megah, baik dari sisi teknologi panggung, permainan laser, lighting, hingga konsep panggung bergerak.
Terakhir, Agnez turut memberikan pandangannya mengenai munculnya talenta-talenta muda di Indosiar. Menurutnya, hal tersebut merupakan hal positif yang perlu terus didukung.
“Talent baru itu harus berani mendobrak, disupport, dan tetap otentik dengan apa yang mereka suka. Indosiar bisa jadi wadah yang tepat untuk itu,” pungkasnya.


