Jakarta – Spiritualis dan Ahli Fengshui yang sekaligus Ketua Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) DPD DKI Jakarta, Suhu Siam Lou Kong mengatakan bahwa jalan spiritual yang ia tempuh bukanlah sebuah pilihan biasa atau sekadar ketertarikan sesaat. Baginya, ilmu spiritual bukan “barang mainan” yang bisa dipilih atau ditinggalkan begitu saja.
Ilmu tersebut merupakan warisan turun-temurun dari garis keturunan leluhur, dimulai dari buyut, kemudian turun ke orang tua, hingga akhirnya mengalir kepadanya.
Lahir pada tahun 1985, Suhu Siam Lou Kong mulai terjun langsung ke praktik spiritual sejak tahun 2000, saat usianya masih 16 tahun. Namun, ia mengaku benar-benar memahami dan menerima panggilan tersebut ketika berusia 25 tahun.
Menurutnya, keputusan itu bukan karena dorongan siapa pun, melainkan panggilan alam yang tidak bisa dihindari. Bahkan, ia sempat dua kali mengalami kejadian yang hampir merenggut nyawanya sebelum akhirnya sepenuhnya menerima takdir tersebut.
Dari sekitar 3 saudara kandungnya, tidak semuanya memilih jalan spiritual. Ada yang menempuh kehidupan biasa, bahkan ada yang berpindah keyakinan. Ia menyebut hanya keturunan tertentu yang menerima dan mampu menjalankan warisan ilmu tersebut.
Pada awalnya, ia mengaku terkejut ketika mulai melihat dan merasakan hal-hal yang kasat mata maupun tak kasat mata. Ia mulai memahami keberadaan alam gaib, energi spiritual, hingga berbagai praktik seperti pengasihan dan pemikat. Seiring waktu, semua itu menjadi bagian dari keseharian yang dijalani dengan wajar.
Dalam perjalanannya, Suhu Siam Lou Kong tidak hanya belajar dari orang tua. Ia juga berguru kepada sejumlah tokoh spiritual, salah satunya seorang tokoh dari Kalimantan, Panglima Angsa, yang berasal dari suku Dayak Banjar dan kini telah almarhum. Selain itu, ia juga memperluas pencarian ilmunya hingga ke Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, dan Hainan, untuk mempelajari praktik spiritual di berbagai negara serta bergabung dalam komunitas lintas guru.
Ia mengungkapkan, ilmu terdalam yang ia peroleh memiliki persyaratan dan disiplin yang ketat, dan kini semakin jarang ditemui karena hampir punah.
“Guru terbaik sejatinya adalah diri sendiri, karena pengalaman dan perjalanan batinlah yang membentuk pemahaman sejati,” ungkap Suhu Siam ditemui Wartawan ditempat prakteknya di Golden Palm Blok E Mo.16, Jakarta Barat, Sabtu (14/2/2026).
Saat ini, Suhu Siam Lou Kong memiliki beberapa murid, namun ia mengaku selektif dalam menurunkan ilmu. Ia mempertimbangkan karakter dan niat calon murid, agar ilmu tersebut tidak disalahgunakan untuk hal negatif.
Dalam praktiknya, mayoritas klien datang dengan persoalan rumah tangga dan percintaan, mulai dari konflik suami istri, ancaman perceraian, hingga masalah kesetiaan.
“Untuk masalah ini saya menggunakan metode doa, ritual berbasis alam, serta media tertentu sesuai kebutuhan klien,” tandasnya
Reaksi dari ritual tersebut, menurutnya, bisa terlihat dalam waktu tujuh hari, tergantung tingkat keyakinan dan kesungguhan pihak yang bersangkutan.
Selain praktik spiritual, Suhu Siam juga aktif dalam pengobatan alternatif di wilayah Jakarta Barat, termasuk terapi akupuntur dan penanganan saraf untuk pasien stroke. Ia juga tergabung dalam Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) hingga akhirnya menjadi Ketua DPD DKI Jakarta di tahun 2026.
“Saya praktik terbuka bagi semua kalangan tanpa memandang agama, dengan penyesuaian ritual sesuai keyakinan masing-masing,” akunya.
Melihat kondisi rumah tangga masa kini yang rentan konflik, ia mengimbau masyarakat untuk lebih sabar dan tidak mudah terpancing emosi.
“Setiap tahun memiliki dinamika energi tersendiri yang dapat memengaruhi kehidupan seseorang, sehingga diperlukan kebijaksanaan dalam menyikapinya,” pungkasnya berpesan.
Ke depan, Suhu Siam Lou Kong berharap dapat lebih banyak berkontribusi kepada masyarakat melalui pengobatan alternatif dan pembinaan spiritual yang bertanggung jawab, sebagai bentuk pengabdian atas ilmu warisan leluhur yang ia terima.


