The Icon Indonesia Jakarta: Bukan Sekadar Teknik, Ardhito Pramono Tekankan Kejujuran dan Karakter

Jakarta – Ajang pencarian bakat menyanyi “The Icon Indonesia” sukses menggelar audisi terbuka di EMTEK City, Jakarta, pada Minggu, 15 Februari 2026. Sebanyak 758 peserta dari berbagai daerah memadati lokasi sejak pukul 07.00 WIB untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri.

Stasiun televisi SCTV menghadirkan musisi ternama Ardhito Pramono sebagai juri utama dalam audisi di Jakarta. Kehadiran Ardhito menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memberi warna berbeda dalam proses penilaian peserta.

Ardhito mengaku terkesan dengan kualitas para peserta tahun ini. Menurutnya, banyak penyanyi yang tak hanya memiliki karakter suara kuat, tetapi juga telah menciptakan lagu sendiri. Ia bahkan menyebut salah satu peserta bernama Daniel sebagai sosok yang sangat menonjol, baik dari segi kualitas vokal maupun materi lagu yang dibawakan.

“Banyak banget yang punya karakter. Bahkan ada yang sudah punya lagu sendiri, jadi sempat bingung juga memilihnya. Tadi ada Daniel, suaranya bagus banget dan lagunya juga kuat,” ujar Ardhito.

Lebih lanjut, pelantun lagu-lagu bernuansa jazz tersebut melihat perkembangan genre musik yang semakin beragam di kalangan generasi muda. Jika beberapa tahun lalu warna musik seperti bossa nova dan pop klasik lebih dominan, kini variasi genre semakin luas dan berani. Hal itu, menurutnya, menjadi tanda bahwa industri musik Indonesia semakin maju dan terbuka.

“Menjadi “ikon” bukan semata soal teknik vokal yang sempurna,” tegasnya.

Ia juga menilai kejujuran dalam membawakan lagu dan kemampuan menjiwai lirik jauh lebih penting.

“Bernyanyi itu bukan melulu soal teknik bagus. Ada penyanyi yang tekniknya biasa saja, tapi bisa sampai ke hati. Yang penting jelas, jujur sama lirik, paham notasi, dan pesannya sampai ke penonton,” tuturnya.

Program The Icon Indonesia disebut Ardhito sebagai ajang yang berbeda dari kompetisi menyanyi pada umumnya. Menurutnya, program ini mencari sosok dengan identitas kuat—penyanyi yang mampu membawakan lagu orang lain namun terasa seperti lagunya sendiri. Ia pun memberikan pesan penyemangat bagi calon peserta yang belum percaya diri untuk mengikuti audisi.

Ardhito juga mengingatkan bahwa rasa tidak percaya diri adalah hal yang wajar, bahkan bagi dirinya. Namun, keberanian untuk mencoba menjadi langkah awal yang penting.

“Kalau belum pede, latih terus. Tadi juga ada peserta yang bilang baru pertama kali ikut audisi dan baru berani sekarang. Jadi jangan takut mencoba,” pungkasnya berpesan.

Dengan antusiasme ratusan peserta di Jakarta, The Icon Indonesia diharapkan dapat menjadi rumah bagi talenta-talenta baru yang memiliki karakter kuat dan karya orisinal.

Program ini pun digadang-gadang menjadi wadah lahirnya ikon-ikon musik masa depan Indonesia, tidak hanya populer di media sosial, tetapi juga memiliki kualitas dan identitas yang diakui industri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *