FKPPAI Gelar Halal Bihalal 1447 H, Ki Sawung Rahsa Tekankan Pentingnya Pengendalian Diri bagi Praktisi Pengobatan Alternatif

Jakarta – Forum Keluarga Paranormal & Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) menggelar acara Halal Bihalal 1447 Hijriah di Sekretariat FKPPAI, kawasan TMII, Jakarta, pada Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi spiritual bagi para anggota dan pengurus organisasi.

Sejumlah tokoh penting FKPPAI turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Ketua Umum Ki Sawung Rahsa, Dewan Penasihat Ki Joko Kendil dan Ki Agung, Dewan Pendiri Ki Narto, Dewan Pengawas Suhu Haryanto, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi KRAy Intan, Satgas DPP Ki Jaenal, serta jajaran anggota lainnya seperti Ki Radu, Bunda Retno, Bunda Norma, Bunda Monalisa dan lainnya.

Dalam sambutannya, Ki Sawung Rahsa menekankan pentingnya pengendalian diri bagi para praktisi pengobatan tradisional dan penyembuhan alternatif. Ia mengingatkan bahwa seseorang tidak akan mampu membantu menyembuhkan orang lain jika belum mampu menjaga dan mengendalikan dirinya sendiri.

“Bagaimana kita bisa menyembuhkan orang lain, jika diri kita sendiri tidak terkontrol? Kuncinya adalah cinta dan kasih sayang terhadap diri sendiri, termasuk menjaga pola makan, minum, dan perilaku agar tidak merusak kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengaitkan makna puasa dengan proses pengendalian diri yang berkelanjutan. Menurutnya, esensi puasa bukan hanya menjalankan ibadah selama 30 hari di bulan Ramadan, tetapi bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ki Sawung Rahsa turut berbagi pengalaman spiritualnya dalam memahami dimensi makrifat, namun ia menegaskan pentingnya tetap berpegang pada syariat agar dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas, terutama generasi muda.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh anggota untuk lebih berhati-hati dalam mempromosikan layanan di era digital. Ia menegaskan agar tidak membuat klaim berlebihan dalam iklan, khususnya terkait kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit tanpa dasar pengalaman nyata.

“Jangan sampai iklan yang kita buat justru menjadi masalah. Kita harus jujur, tidak melayani sesuatu yang tidak kita alami sendiri. Ini bagian dari tanggung jawab moral kita,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ki Sawung Rahsa juga menyinggung pentingnya proses tirakat dan konsistensi dalam perjalanan spiritual, sebagaimana dicontohkan oleh para senior di FKPPAI seperti Kyai Kurdi, Ki Joko Kendil dan Ki Agung. Ia menilai pengalaman pribadi dalam menghadapi masalah justru menjadi guru terbaik dalam membantu orang lain.

Acara Halal Bihalal ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen anggota FKPPAI dalam menjalankan praktik penyembuhan yang bertanggung jawab, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual yang seimbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *