HUT ke-57 TP Sriwijaya: Merawat Semangat Perjuangan, Menjadi Perekat Persaudaraan Sumbagsel

Jakarta – Organisasi yang tergabung dalam Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya memperingati ulang tahun ke-57. Acara HUT kali ini cukup unik karena berlangsung di masjid  Alhusna Admiralty Resedence di bilangan Fatmawati Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh para tokoh nasional, keluarga besar pahlawan dan sesepuh asal Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan jajaran pengurus TP Sriwijaya. Mereka diantaranya Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, S.H. selaku Ketua Dewan Kehormatan TP Sriwijaya, Dr. Ir. H. Hatta Rajasa selaku Dewan Pembina, Drs Yahya Maya Sakti Sekjen TP Sriwijaya, Ir. Iwan Assari SE Wakil Ketua Umum TP Sriwijaya keluarga besar mendiang Alamsyah Ratu Prawiranegara (mantan Menteri Agama), dan keluarga almarhum Taufiq Kiemas.

Ketua Umum TP Sriwijaya, Dr. H. Sudirman D. Hury, S.H., M.M., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan  bahwa peringatan hari jadi ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan dan pengabdian.

“Tenaga Pembangunan Sriwijaya lahir dari semangat eks-Tentara Pelajar Sumatera Bagian Selatan. Semangat itu harus terus kita wariskan, tidak lagi dalam perjuangan fisik, melainkan melalui pembangunan, pendidikan, sosial, dan budaya demi Indonesia yang lebih maju,” ungkap Sudirman.

Sejak awal berdirinya, TP Sriwijaya bertransformasi dari organisasi eksklusif hanya untuk Ex-Tentara Pelajar menjadi organisasi terbuka. Keputusan itu diambil dalam Musyawarah Besar V tahun 1986 di Palembang, membuka ruang bagi generasi muda untuk meneruskan perjuangan.terang Sudirman

Peringatan ulang tahun ini bukan hanya seremoni, melainkan momentum mengingatkan kembali bahwa cita-cita kemerdekaan harus terus diisi dengan pengabdian nyata. “Apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk syukur, penghormatan, sekaligus komitmen melanjutkan perjuangan para pendahulu. Semoga apa pun yang kita lakukan dengan ikhlas menjadi amal ibadah,” jelas Sudirman.

Sejarah dan Eksistensi TP Sriwijaya

TP Sriwijaya berdiri pada 19 Agustus 1968, berawal dari reuni eks-Tentara Pelajar Sriwijaya yang dipimpin Pangdam Sriwijaya Mayor jendral Ishaq Juharsyah bersama Alamsyah Ratu Prawiranegara. Pada mulanya, organisasi ini bersifat tertutup hanya untuk para eks-Tentara Pelajar, namun sejak Musyawarah Besar ke-5 tahun 1986 di Palembang, keanggotaan diperluas bagi generasi muda penerus.

Hingga kini, organisasi masyarakat ini terus aktif melalui beragam kegiatan, mulai dari seminar pembangunan Sumbagsel, bakti sosial, bantuan bencana, hingga pembentukan pusat bantuan hukum. TP Sriwijaya juga tengah menyempurnakan pengelolaan website untuk memperluas akses informasi dan rencana program beasiswa serta penyediaan layanan sosial.

Kenangan dan Doa untuk Sesepuh

Acara tasyakuran turut diisi doa bersama untuk mengenang para sesepuh, almarhum Alamsyah Ratu Prawiranegara dan almarhum Taufiq Kiemas. Pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas penghormatan yang diberikan dan berharap generasi penerus mampu menjaga persatuan dan kebersamaan warga Sumbagsel.
Setelah Acara istiqosah dan doa bersama di dalam masjid Alhusna acara di sambung sholat Zuhur berjamah dilanjutkan makan siang.ketika lagi makan siang Ketum TP Sriwijaya Sudirman D Hury memotong Tumpeng yang telah di siapkan Panitia.

Perekat Persaudaraan Sumbagsel

Dalam suasana penuh kekeluargaan, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi tokoh-tokoh Sumbagsel lintas generasi. Kehadiran makanan khas Palembang seperti pempek dan Burgo menambah hangat suasana.

“Pertemuan ini sakral sekaligus penuh keakraban. Semoga menjadi perekat kebersamaan warga Sumbagsel untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara menuju Indonesia Emas,” pungkas Sudirman D Hury

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *