Banjir Standing Ovation di The Icon Indonesia Top 10 Final, Elsa Mamasa Tersingkir Meski Tampil Memikat

Jakarta – Panggung “The Icon Indonesia” Top 10 Final yang digelar Selasa malam (2/6/2026) berlangsung meriah dan penuh kejutan. Ajang pencarian bakat yang digagas SCTV untuk menemukan ikon penyanyi pop Indonesia itu menghadirkan sederet penampilan spektakuler dari para peserta terbaik yang berhasil memukau para juri dan penonton. Tak sedikit penampilan yang menuai standing ovation serta pujian tinggi dari dewan juri yang terdiri dari Ahmad Dhani, Titi DJ, Afgan, dan Andien.

Sejak awal acara, atmosfer kompetisi sudah terasa begitu kuat. Para juri tidak hanya memberikan penilaian atas penampilan para kontestan, tetapi juga mulai mengungkap prediksi mereka mengenai peserta yang berpeluang melaju jauh hingga babak puncak. Nama-nama seperti Felicia dari Tangerang, Sheera dari Bali, hingga Vedra dari Batam menjadi sorotan utama berkat performa mereka yang dinilai konsisten dan terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Kompetisi dibuka oleh Alvian asal Sumba yang tampil energik membawakan lagu “Biarlah” karya Andi Ariel Harsya dan Giring Ganesha. Penampilannya berhasil mencuri perhatian Titi DJ yang memberikan standing ovation atas kualitas vokal dan penampilan panggung yang ditunjukkan Alvian.

“Aku melihat sisi lain dari Alvian malam hari ini. Kamu tampil prima banget saat bernyanyi,” ujar Titi DJ.

Andien pun turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Alvian menampilkan koreografi yang cukup kompleks tanpa mengorbankan kualitas vokalnya.

Penampilan berikutnya datang dari Sheera asal Bali yang membawakan lagu “Seandainya” karya Kevin Aprilio. Aksi panggung Sheera sukses membuat Titi DJ dan Afgan berdiri memberikan standing ovation. Titi DJ bahkan menyebut Sheera sebagai sosok entertainer yang memiliki paket lengkap.

“Kamu itu whole package. Suaramu di atas rata-rata, visual kamu bagus, bisa bermain alat musik, dan mampu menguasai panggung dengan sangat baik,” puji Titi DJ.

Afgan menambahkan bahwa Sheera memiliki kualitas bintang yang semakin terlihat dari pekan ke pekan.

“Star quality kamu sudah ada. Setiap minggu kamu bisa membawakan lagu apa saja dan lagu itu terasa seperti milik kamu sendiri,” katanya.

Sorotan utama malam itu jatuh kepada Felicia asal Tangerang.
Membawakan lagu legendaris “Kala Cinta Menggoda”, Felicia berhasil menciptakan salah satu penampilan terbaik sepanjang kompetisi. Seluruh juri kompak memberikan standing ovation atas penampilannya yang dianggap nyaris sempurna.
Afgan bahkan menyebut Felicia sebagai penampil terbaik malam itu.

“Performance kamu yang terbaik malam ini. Semuanya works malam ini. I think kamu memiliki the best vocals di generasi kamu,” ungkap Afgan.

Sementara Ahmad Dhani mengaku sangat terkesan hingga meminta Felicia mengulangi sebagian lagu yang dibawakannya.

“Kesimpulannya, lagu ini seperti lagunya Felicia. Seperti Felicia sudah menyanyikan lagu ini selama 10 tahun,” ujar Ahmad Dhani.

Andien pun tak kalah kagum dengan penampilan Felicia dan menyebutnya sebagai sosok yang memiliki kemampuan luar biasa.
Penampilan Gerald asal Ambon yang membawakan lagu “Pupus” karya Ahmad Dhani juga sukses menuai pujian. Afgan mengaku teringat pada almarhum Glenn Fredly ketika mendengar warna suara Gerald yang khas dan menenangkan.

“Suara kamu mengingatkan aku pada Glenn Fredly. Malam ini suara kamu terdengar sangat indah dan nyaman didengar,” kata Afgan.

Sementara itu, Elsa dari Mamasa tampil penuh percaya diri membawakan lagu “50 Tahun Lagi”. Meski akhirnya harus tersingkir dari kompetisi, Elsa tetap berhasil mencuri perhatian melalui koreografi yang dinilai paling menantang dibanding peserta lainnya.
Afgan memberikan apresiasi tinggi terhadap totalitas Elsa di atas panggung.

“Tadi yang paling keren dari penampilan kamu adalah koreonya. Di antara teman-teman yang sudah tampil, kayaknya koreografi kamu yang paling sulit,” ujarnya.

Namun, Titi DJ menilai Elsa masih perlu menemukan keseimbangan antara performa panggung dan kualitas vokal.

“Ada beberapa bagian yang terdengar sedikit pitchy, mungkin karena kamu terlalu fokus pada koreografi sehingga saat bernyanyi jadi lebih bermain aman,” jelas Titi DJ.

Panggung kembali memanas ketika Vedra asal Batam membawakan lagu “Selamat Jalan Kekasih”. Penampilan yang matang dan emosional membuat Vedra meraih dua standing ovation sekaligus dari para juri.

“Vedra, you did it again! Malam ini penampilan kamu sangat matang,” puji Andien.

Bahkan Ahmad Dhani dan Titi DJ secara terbuka memprediksi Vedra sebagai salah satu peserta yang memiliki peluang besar menembus posisi tiga besar kompetisi.

Selain itu, Diva (Semarang), Glenn (Deli Serdang), Queen (Ambon), dan Silvia (Bandung) juga berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka melalui lagu-lagu yang dibawakan. Masing-masing peserta tampil dengan karakter yang kuat dan mendapatkan apresiasi positif dari para juri.

Di penghujung acara, ketegangan mencapai puncaknya saat diumumkan dua peserta yang berada di zona merah, yakni Silvia dari Bandung dan Elsa dari Mamasa. Setelah melalui diskusi dan pertimbangan matang, keempat juri akhirnya sepakat menyelamatkan Silvia untuk melanjutkan perjuangannya ke babak berikutnya.
Keputusan tersebut membuat perjalanan Elsa di panggung “The Icon Indonesia” harus berakhir di babak Top 10. Meski langkahnya terhenti, penampilan penuh semangat dan koreografi memikat yang ditunjukkannya sepanjang kompetisi meninggalkan kesan mendalam bagi para juri maupun penonton.

Dengan terbentuknya jajaran Top 9, persaingan menuju babak selanjutnya dipastikan akan semakin ketat. Deretan peserta unggulan seperti Felicia, Sheera, dan Vedra kini menjadi sorotan utama sekaligus kandidat kuat yang diprediksi mampu melangkah hingga grand final dan memperebutkan gelar The Icon Indonesia.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *