JAKARTA – Brand retail fashion lokal BAIQMARKET kembali memperluas jaringan bisnisnya dengan meresmikan gerai keenam di kawasan Old Shanghai, Sedayu City, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (10/10/2026). Mengusung konsep The New Retail Experience, BAIQMARKET menawarkan pengalaman berbelanja yang memadukan fashion, komunitas, hiburan, dan interaksi personal dalam satu destinasi.
Pemilihan Old Shanghai bukan tanpa alasan. Kawasan yang dikenal dengan daya tarik kuliner, lifestyle, dan hiburannya tersebut dinilai memiliki karakter yang sesuai dengan konsep BAIQMARKET dalam membangun destinasi belanja yang berbeda dari toko retail pada umumnya.
Owner BAIQMARKET, Baiq Ayesha, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan pengalaman berbelanja yang tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga memberikan kebahagiaan bagi para pelanggan.

Menurutnya, konsumen saat ini tidak sekadar mencari pakaian dengan harga terjangkau, tetapi juga menginginkan kualitas, pelayanan, serta pengalaman yang tidak bisa diperoleh ketika berbelanja secara online.
“Orang bukan cuma butuh harga murah, tetapi juga butuh experience, kualitas, servis, dan sesuatu yang tidak didapatkan di tempat lain,” ungkap Baiq Ayesha.
Konsep tersebut diwujudkan melalui suasana toko yang interaktif, mulai dari pemilihan musik yang membangkitkan semangat, pelayanan yang dibuat lebih personal, hingga kejutan berupa bunga mawar putih bagi pelanggan perempuan. Berbagai elemen tersebut dirancang untuk menjadikan aktivitas berbelanja terasa lebih menyenangkan.
Tak hanya menawarkan pengalaman, BAIQMARKET juga memiliki keunikan dalam kurasi produknya. Sejumlah koleksi dirancang dengan karakter fashion yang kuat dan dinilai cocok untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pakaian kerja, pesta, hingga outfit untuk menghadiri konser musik.
Penataan produk di setiap gerai pun dibuat dengan pendekatan visual yang inspiratif. Pelanggan dapat memperoleh referensi padu padan pakaian secara langsung sehingga lebih mudah menentukan gaya sesuai aktivitas dan karakter masing-masing.

Menariknya, BAIQMARKET tidak menerapkan konsep seragam untuk seluruh cabangnya. Setiap gerai dikembangkan berdasarkan karakter kawasan dan kebiasaan konsumennya, termasuk dalam pemilihan produk, pelayanan, aktivitas promosi, hingga strategi konten digital.
Siapkan Kolaborasi dengan Musisi dan Brand Lokal
Di tengah perkembangan industri fashion dan ekonomi kreatif, BAIQMARKET juga membuka peluang kolaborasi dengan musisi, seniman, serta brand lokal. Langkah ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelaku industri kreatif untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas.
Baiq Ayesha mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan sejumlah rencana kolaborasi dengan band-band lokal untuk menghadirkan produk fashion yang memiliki identitas dan nilai tersendiri.
BAIQMARKET juga merencanakan keterlibatan dalam berbagai festival musik pada 2027, termasuk Pestapora, Synchronize Fest, dan Lalala Fest. Namun, rencana tersebut masih menjadi bagian dari agenda pengembangan perusahaan.
Langkah ini sejalan dengan karakter BAIQMARKET yang mulai dikenal sebagai destinasi pencarian outfit konser, sekaligus mempertemukan dunia fashion dengan budaya musik dan komunitas anak muda.
Ekspansi ke Bandung hingga Pasar Asia
Setelah mengembangkan jaringan di sejumlah kota, BAIQMARKET telah menyiapkan langkah ekspansi berikutnya. Baiq Ayesha menyebut Braga CityWalk, Bandung, sebagai salah satu lokasi yang akan disambangi berikutnya.
Selain itu, BAIQMARKET juga berencana membuka gerai pop-up di By The Sea, Pantai Indah Kapuk (PIK), dalam waktu dekat. Sementara itu, peluang ekspansi ke kawasan PIK lainnya masih dalam tahap pembahasan.
Tak berhenti di pasar domestik, BAIQMARKET juga mulai melirik pasar internasional, khususnya Malaysia dan Singapura.
Menurut Baiq Ayesha, antusiasme pengunjung asal Malaysia di sejumlah gerainya menjadi salah satu alasan perusahaan mempertimbangkan ekspansi ke kawasan Asia.
Meski terus memperluas jaringan, perusahaan tetap berupaya menjaga inovasi dari satu gerai ke gerai lainnya. Bagi Baiq Ayesha, pertumbuhan bisnis bukan hanya soal menambah jumlah toko, melainkan juga menciptakan nilai dan manfaat bagi banyak orang.

Libatkan Penyandang Disabilitas, Serap Ratusan Tenaga Kerja
Di balik perkembangan bisnisnya, BAIQMARKET turut membawa misi sosial melalui pemberdayaan tenaga kerja. Perusahaan ini melibatkan penyandang disabilitas, termasuk teman-teman tunarungu, dalam kegiatan workshop dan proses produksi.
Sejumlah produk do-it-yourself (DIY) juga dikembangkan melalui kreativitas anak bangsa, dengan dukungan tim desain internal yang menyesuaikan tren global dengan selera masyarakat Indonesia.
Baiq Ayesha menyebut, saat ini BAIQMARKET telah menyerap sekitar 300 hingga 400 tenaga kerja. Baginya, membangun bisnis tidak semata-mata mengejar pertumbuhan perusahaan, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga para karyawan.
Ia menegaskan, BAIQMARKET akan terus berinovasi dan tidak cepat berpuas diri, terutama dalam menghadapi persaingan dengan platform belanja online.
Melalui pembukaan gerai keenam di Old Shanghai, Kelapa Gading, BAIQMARKET berharap dapat memperkuat posisinya sebagai destinasi fashion dan lifestyle yang mengedepankan pengalaman berbelanja, kreativitas, serta kolaborasi.
Dengan menggabungkan produk fashion, hiburan, komunitas, dan pemberdayaan industri kreatif, BAIQMARKET berupaya membuktikan bahwa toko retail fisik masih memiliki daya tarik tersendiri ketika mampu menawarkan pengalaman yang berbeda bagi konsumennya.Fah


