Jejak Spiritual Romo RN: Dari Pengusaha Terpuruk hingga Menjadi Penuntun Jiwa

Jakarta – Sosok spiritualis Bali, Romo RN, memiliki perjalanan hidup yang tidak biasa. Nama “Romo RN” sendiri bukan sekadar panggilan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai representasi dari “Ratu Niang,” sosok sakral dalam tradisi spiritual Hindu Bali yang tidak dapat diakses oleh sembarang orang. Dalam keyakinan adat Bali, Ratu Niang merupakan entitas yang disakralkan dan hanya dapat “mengikuti” individu tertentu berdasarkan petunjuk dari alam dan leluhur.

Perjalanan spiritual Romo RN dimulai sejak masa remaja, tepatnya pada era 1990-an saat dirinya masih duduk di bangku SMA. Kala itu, ia mulai merasakan dan melihat hal-hal di luar nalar manusia biasa, seperti keberadaan makhluk astral. Namun, kesadaran penuh atas panggilan spiritual tersebut baru benar-benar muncul di awal tahun 2000-an.

Sebelum sepenuhnya menekuni dunia spiritual, Romo RN sempat berkarier sebagai seorang pengusaha. Namun, kehidupannya berulang kali mengalami kehancuran. Usaha yang dibangun runtuh berkali-kali hingga dirinya jatuh ke titik nol.

Romo RN – Spiritualis Bali. (Foto: istimewa)

“Saya meyakini bahwa kegagalan tersebut merupakan bentuk “teguran” karena tidak menjalankan panggilan spiritual yang telah digariskan oleh leluhur,” ujar spiritualis yang memiliki akun tiktok @romo_rnsakti.

Dalam tradisi spiritual yang
diyakininya, menjadi seorang spiritualis bukanlah pilihan semata, melainkan takdir yang harus dijalankan. Romo RN menyebut bahwa sekitar 92 persen kemampuan spiritual berasal dari garis keturunan. Ia sendiri merupakan satu-satunya laki-laki dalam keluarganya, sehingga dianggap sebagai penerus spiritual dari leluhur.

Perjalanan panjang itu akhirnya membawanya pada keputusan besar untuk sepenuhnya menjalani jalan spiritual. Sejak saat itu, ia mengaku mendapatkan bimbingan langsung secara otodidak dari alam semesta dan para “pendamping spiritual.”

Romo RN – Spiritualis Bali. (Foto: istimewa)

“Jadi tanpa belajar secara formal, berbagai doa dan mantra saya meyakini mengalir dengan sendirinya,” katanya.

Dalam praktiknya, Romo RN yang memiliki Padepokan Ratu Niang Sakti mengaku didampingi oleh berbagai entitas spiritual dari berbagai wilayah, baik dari Bali maupun Pulau Jawa. Ia menyebut adanya keterkaitan dengan energi spiritual dari kawasan seperti Pantai Selatan, Gunung Lawu, hingga Gunung Merapi. Semua itu menjadi bagian dari perjalanan batinnya dalam membantu orang-orang yang datang kepadanya.

Meski telah puluhan tahun menjalani profesi sebagai spiritualis, Romo RN mengakui bahwa tantangan tetap ada, terutama dari pihak-pihak yang tidak menyukai keberadaannya. Namun demikian, ia bersyukur dapat melewati berbagai rintangan tanpa hambatan berarti.

Bagi Romo RN, menjadi spiritualis adalah tentang keyakinan dan keikhlasan. Ia mengibaratkan dirinya sebagai “dokter spiritual” yang membantu pasien sesuai dengan keluhan yang dihadapi, mulai dari persoalan jodoh, karier, hingga rumah tangga. Metode yang digunakan pun beragam, menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

“Pada dasarnya setiap manusia memiliki potensi spiritual. Namun, tidak semua mampu mengembangkannya karena diperlukan kekuatan batin dan kemampuan untuk mengendalikan diri dari hal-hal negatif,” urainya.

Di tengah maraknya fenomena spiritual di era digital, Romo RN turut menyoroti banyaknya pihak yang mengaku sebagai spiritualis demi kepentingan ekonomi.

” Perlu diingat masyarakat untuk lebih berhati-hati agar tidak terjebak dalam praktik yang menyesatkan,” jesannya.

Menutup kisahnya, Romo RN menegaskan bahwa inti dari perjalanan spiritual adalah keyakinan terhadap Tuhan, keberadaan roh leluhur (Atman), hukum karma, reinkarnasi, dan tujuan akhir berupa moksa.

“Nilai utama yang selalu saya pegang dalam membantu sesama adalah keikhlasan, sebagai fondasi dalam setiap tindakan yang dijalani,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *