Jakarta – Kabar membanggakan datang dari siswi berprestasi SMA Negeri 1 Pontianak, Kalimantan Barat, Josepha Alexandra. Setelah namanya menjadi sorotan publik usai keberaniannya memprotes hasil penilaian dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat, Josepha kini mendapatkan kesempatan emas untuk melanjutkan pendidikan tinggi secara gratis ke China.
Kesempatan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda yang juga merupakan alumni SMA Negeri 1 Pontianak. Dalam percakapan melalui video call dengan Josepha Alexandra, Rifqinizamy menyampaikan rasa bangga atas prestasi dan keberanian Josepha yang dinilai telah membawa nama baik sekolah hingga dikenal secara nasional.
“Saya bangga dengan Josepha setelah menjadi duta SMA 1 Pontianak yang sekarang sudah menasional. Dengan peristiwa ini kita ambil hikmahnya,” ujar Rifqinizamy.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung polemik yang terjadi dalam pelaksanaan LCC 4 Pilar MPR RI sebelumnya. Rifqinizamy menyampaikan permohonan maaf terkait proses perlombaan yang disebut belum mencapai tahap final secara maksimal di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa pihak MPR RI sebagai institusi juga akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf secara resmi.
Namun di balik polemik tersebut, muncul kabar menggembirakan bagi Josepha Alexandra dan para siswa berprestasi lainnya. Rifqinizamy secara langsung menawarkan program kuliah gratis di China kepada Josepha apabila bersedia mengikuti program tersebut setelah lulus SMA nanti.
“Kalau berkenan, Abang tawarkan kuliah gratis di China. Tolong kasih tahu orang tua. Begitu selesai SMA nanti akan diberikan kuliah gratis di China,” katanya.
Tak hanya pendidikan gratis, program tersebut juga disebut membuka peluang masa depan yang menjanjikan. Setelah menyelesaikan pendidikan di China, Josepha nantinya akan difasilitasi untuk mendapatkan pekerjaan di berbagai perusahaan multinasional.
“Setelah lulus nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional,” lanjutnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Rifqinizamy juga meminta Josepha Alexandra untuk datang ke Jakarta bersama pendamping, baik guru maupun orang tua. Seluruh rencana keberangkatan serta pembahasan lebih lanjut disebut akan difasilitasi secara langsung olehnya.
Nama Josepha Alexandra sendiri sebelumnya viral di media sosial setelah keberaniannya memprotes keputusan juri dalam pertandingan final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. Saat bertanding di grup C, Josepha menilai jawaban yang disampaikannya sama dengan jawaban grup B. Namun, kelompoknya justru mendapat pengurangan nilai sebesar minus lima sehingga gagal melaju ke babak berikutnya.
Keberanian Josepha dalam menyampaikan protes secara terbuka menuai perhatian publik dan dukungan luas dari masyarakat. Banyak yang menilai Josepha sebagai sosok pelajar kritis, cerdas, dan berani memperjuangkan keadilan. Kini, di tengah polemik yang sempat terjadi, kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri menjadi babak baru yang membanggakan bagi perjalanan prestasinya.


