Bikin Pangling! Face Correction Disebut Lebih Ampuh dari Tanam Benang!

Jakarta – Tren perawatan kecantikan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penampilan. Salah satu metode yang kini tengah viral adalah treatment face correction, yang diklaim mampu memberikan efek wajah lebih muda tanpa prosedur operasi.

Pakar estetika, Dr. Muhammad Saian, menjelaskan bahwa face correction merupakan tindakan koreksi pada area wajah yang dianggap perlu diperbaiki, mulai dari dahi, area mata, hidung, tulang pipi, rahang, hingga leher. Metode ini bertujuan menciptakan kondisi wajah yang lebih proporsional, sehat, dan tampak lebih muda.

“Tujuan utamanya adalah memberikan efek forever young, sehingga wajah terlihat lebih segar dan sehat dengan hasil yang natural,” ujar lelaki yang biasa disapa Dr. Ian di bilangan Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.

Pasien dr. Ian yang langsung merasakan hasil treatment face correction. (Foto:istimewa)

Berbeda dengan prosedur kecantikan lain seperti tanam benang atau filler, face correction menggunakan metode minimal invasif tanpa pembedahan. Dalam praktiknya, dokter memanfaatkan kolagen tipe 1 yang diekstraksi dan kemudian diinjeksi ke area otot tertentu untuk menghasilkan efek lifting yang lebih alami dan tahan lama.

“Keunggulannya, tidak ada pembengkakan berlebih, tidak perlu downtime lama, dan pasien bisa langsung beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.

Sebelum menjalani tindakan, pasien akan melalui proses konsultasi dan analisis kondisi wajah secara menyeluruh. Hal ini penting untuk memastikan keamanan, terutama bagi pasien yang sebelumnya pernah melakukan prosedur seperti filler atau tanam benang.

Dari segi durasi, treatment ini tergolong cepat. Proses mulai dari konsultasi hingga tindakan hanya memakan waktu sekitar satu jam, dengan hasil yang dapat langsung terlihat. Meski tidak bersifat permanen, efeknya bisa bertahan hingga bertahun-tahun, tergantung gaya hidup dan kebiasaan pasien.

“Rata-rata bisa bertahan hingga lima tahun, bahkan ada pasien yang hasilnya tetap baik hingga 10 tahun,” tambahnya.

Meski demikian, tidak semua orang disarankan menjalani treatment ini. Pasien dengan kondisi kesehatan tertentu seperti infeksi virus atau kondisi tubuh yang kurang fit dianjurkan untuk menunda tindakan demi keamanan.

Tingginya minat masyarakat terhadap face correction juga mencerminkan perubahan pola pikir, di mana wajah kini dianggap sebagai aset penting yang perlu dirawat. Bahkan, menurut Dr. Saian, kalangan selebritas hingga pejabat menjadi bagian dari pasien yang memilih metode ini karena hasilnya yang natural tanpa operasi.

Dengan kombinasi teknologi, ilmu anatomi, dan pendekatan estetika, face correction kini menjadi salah satu solusi populer bagi mereka yang ingin tampil lebih muda tanpa harus menjalani prosedur bedah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *