Puter Giling Kembali Ramai Dibahas, MS. Alfa Sebut Banyak Dicari untuk Asmara hingga Rezeki

Jakarta – Kepercayaan terhadap praktik spiritual hingga kini masih bertahan di tengah kehidupan masyarakat modern. Meski teknologi berkembang pesat dan pola pikir masyarakat semakin terbuka, sebagian orang tetap meyakini adanya ritual atau energi batin yang dipercaya dapat membantu menyelesaikan persoalan hidup.

Fenomena itu terlihat dari masih banyaknya pembahasan mengenai ilmu pengasihan, pelet, hingga ritual spiritual yang dikaitkan dengan hubungan asmara maupun keberuntungan. Salah satu yang belakangan kembali ramai diperbincangkan adalah “Puter Giling”.

Praktisi spiritual Liliana yang dikenal dengan nama MS. Alfa menjelaskan bahwa Puter Giling dalam kepercayaan tertentu dipercaya sebagai ritual untuk menarik kembali perhatian seseorang maupun membuka energi keberuntungan.

“Dalam makna spiritual, puter berarti memutar atau mengembalikan, sedangkan giling diartikan sebagai dorongan energi. Jadi dipercaya bisa membantu seseorang kembali teringat dan mendekat,” ujar MS. Alfa saat ditemui di Jakarta Barat, Kamis, 14 Mei 2026.

Menurutnya, praktik tersebut sejak lama identik dengan persoalan percintaan. Banyak orang datang untuk berkonsultasi karena hubungan mulai renggang, pasangan berubah sikap, hingga komunikasi yang tidak lagi berjalan baik.

“Biasanya orang datang karena hubungan sudah dingin, ditinggal pasangan, atau ingin seseorang kembali perhatian,” katanya.

Ia mengatakan, sebagian orang percaya bahwa hubungan manusia tidak hanya dipengaruhi komunikasi secara langsung, tetapi juga kondisi emosional dan energi batin. Karena itu, ada yang memilih mencari bantuan spiritual ketika merasa usaha secara biasa belum membuahkan hasil.

Meski demikian, MS. Alfa menegaskan bahwa praktik seperti ini sangat bergantung pada keyakinan masing-masing individu. Tidak semua orang mempercayai ritual spiritual, dan sebagian lainnya menganggap hal tersebut hanya berkaitan dengan sugesti psikologis.

“Ada yang percaya energi spiritual memang berpengaruh, tapi ada juga yang menganggapnya sugesti. Jadi semuanya kembali lagi ke keyakinan pribadi,” jelasnya.

Seiring perkembangan waktu, Puter Giling disebut tidak lagi hanya digunakan untuk urusan asmara. Beberapa orang juga datang dengan harapan usaha lebih lancar, pelanggan kembali ramai, hingga karier menjadi lebih baik.

“Sekarang banyak juga yang berharap rezekinya lebih terbuka, usaha lebih ramai, atau pekerjaan lebih lancar,” lanjutnya.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa praktik spiritual masih memiliki tempat di tengah masyarakat, terutama ketika seseorang sedang menghadapi tekanan hidup atau persoalan pribadi. Tidak sedikit orang mencari ketenangan batin dan harapan melalui jalur spiritual karena merasa bingung menghadapi masalah yang dialami.

MS. Alfa menilai persoalan yang paling sering membuat seseorang mencari bantuan spiritual umumnya berkaitan dengan tiga hal utama dalam hidup, yakni cinta, ekonomi, dan kedudukan.

“Manusia biasanya diuji soal hubungan, rezeki, dan posisi hidup. Karena itu banyak yang akhirnya mencoba mencari bantuan secara spiritual,” tuturnya.

Di sisi lain, praktik seperti Puter Giling juga sering menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Ada yang menganggapnya bagian dari budaya spiritual yang sudah lama dikenal, namun ada pula yang menilai praktik tersebut tidak masuk akal.

Meski begitu, MS. Alfa mengatakan dirinya tidak pernah memaksa orang untuk mempercayai hal-hal spiritual. Menurutnya, setiap orang memiliki pandangan hidup dan keyakinan yang berbeda-beda.

“Tidak semua orang harus percaya. Ada yang merasa cocok, ada juga yang tidak. Itu kembali ke pilihan masing-masing,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa sebagian orang datang bukan hanya untuk mencari jalan instan, melainkan ingin mendapatkan rasa tenang dan optimistis dalam menghadapi persoalan hidup.

“Kadang orang hanya ingin punya harapan dan merasa lebih tenang saat menghadapi masalah,” tambahnya.

Terlepas dari pro dan kontra yang ada, fenomena Puter Giling menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap unsur spiritual masih cukup kuat di tengah masyarakat modern. Bagi sebagian orang, ritual tersebut dianggap sebagai salah satu bentuk ikhtiar batin untuk membantu menghadapi persoalan kehidupan.

“Yang terpenting tetap bagaimana seseorang menjalani hidup dengan baik. Soal percaya atau tidak, semuanya kembali lagi kepada pribadi masing-masing,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *