Gajah PSI Dinilai Lebih “Hoki” dari Mawar, Pakar Fengshui Sebut 2028 Jadi Titik Kebangkitan

Jakarta – Pakar fengshui dan astrologi, Gunadi Lie, menilai pergantian logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari simbol mawar menjadi gajah bukanlah keputusan sembarangan. Menurutnya, perubahan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan energi astrologi, keseimbangan elemen alam, hingga arah perjalanan politik partai di masa depan.

Dalam pandangannya, logo baru PSI yang diperkenalkan pada Rakernas di Solo pada 19 – 20 Juli 2025 itu justru lebih sesuai dengan “energi kelahiran” partai dibandingkan logo lama yang identik dengan semangat muda dan agresivitas tinggi.

“Kalau dilihat dari sudut fengshui dan astrologi China, PSI lahir pada 16 November 2014. Secara energi, itu adalah logam yin yang berada di awal musim dingin, sehingga ibarat logam yang tercebur ke dalam air. Artinya pondasinya lemah dan membutuhkan elemen penopang,” ujar Gunadi Lie ditemui di Kawasan Roxi, Jakarta Barat, Minggu (24/5/2026)

Gunadi Lie – Pakar Fengshui & Astrologi. (Foto: Fah)

Ia menjelaskan, logo lama PSI dengan nuansa merah membara dan simbol tangan mengepal memang mencerminkan semangat besar, keberanian, dan agresivitas anak muda. Namun, menurutnya, energi tersebut justru tidak sinkron dengan karakter astrologi partai yang dianggap memiliki unsur logam lemah.

“Logo sebelumnya sangat berapi-api, penuh semangat, tetapi secara astrologi pondasinya lemah karena logamnya kecemplung air. Jadi semangatnya besar, tetapi energi dasarnya tidak kuat. Itu yang menurut saya menyebabkan ketimpangan,” urainya.

Gunadi menilai kondisi tersebut tercermin dalam perjalanan politik PSI yang dinilai penuh semangat namun belum mampu menembus target besar, termasuk gagal masuk parlemen pada Pemilu sebelumnya.
Menurutnya, pergantian simbol menjadi gajah merupakan langkah yang lebih tepat karena gajah dianggap membawa unsur tanah dan logam yang dapat menopang energi dasar PSI.

“Gajah itu elemen tanah yang kuat, besar, stabil, sekaligus membawa energi logam. Jadi secara teori, logo baru ini jauh lebih cocok untuk membantu memperkuat pondasi PSI,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti arah kepala dan belalai gajah yang dinilai memiliki makna simbolik. Dalam astrologi China, arah hadap logo dianggap berkaitan dengan orientasi energi dan perjalanan masa depan.

“Kalau menghadap ke kiri itu melambangkan introspeksi, melihat masa lalu, sekaligus upaya mendekat ke pusat kekuasaan. Belalai mengarah ke Tenggara yang identik dengan elemen api, jadi tetap ada semangat perjuangan, tetapi lebih stabil dan terukur,” jelasnya.

Meski demikian, Gunadi menegaskan bahwa pergantian logo tidak otomatis menghapus masalah yang sedang dihadapi PSI saat ini. Ia menilai tahun 2026 masih menjadi periode berat bagi partai tersebut karena adanya benturan energi astrologi.

“Tahun ini adalah tahun kuda api, energi api sangat besar. Ketika bertemu dengan logam yin milik PSI, transformasinya menjadi air. Akibatnya logam tadi seperti semakin tenggelam di samudera. Jadi walaupun sudah dibantu elemen gajah, tekanannya masih besar,” paparnya.

Ia bahkan mengibaratkan kondisi PSI saat ini seperti kapal besar yang berusaha bertahan di tengah badai.

“Gajah yang hanyut di dalam air juga tidak berdaya. Titanic saja tidak bisa melawan samudera. Jadi masalah yang muncul sekarang menurut saya bukan karena logonya jelek, tetapi karena siklus energi alam yang sedang berat,” terangnya.

Namun demikian, Gunadi memprediksi tekanan terhadap PSI akan mulai berkurang pada 2027 dan perlahan membaik menuju 2028. Ia meyakini periode tersebut dapat menjadi momentum kebangkitan partai.

“Mulai 2027 tekanan menurun, lalu 2028 energi PSI mulai naik lagi. Secara teori, itu bisa menjadi titik kebangkitan mereka sebelum menghadapi Pemilu 2029,” katanya.

Gunadi juga menekankan pentingnya logo dalam dunia politik dan organisasi. Menurutnya, logo bukan sekadar gambar, melainkan representasi identitas dan energi sebuah institusi.

“Logo itu seperti nama. Nama dan simbol harus sinkron dengan tanggal lahir organisasi supaya membentuk satu kesatuan energi yang harmonis. Dalam fengshui disebut sebagai mandala nama,” tuturnya.

Ia menyebut banyak organisasi atau perusahaan mengalami goncangan karena identitas visualnya tidak selaras dengan energi dasar pendiriannya. Karena itu, Gunadi menilai simbol gajah lebih kuat dibandingkan mawar yang sebelumnya digunakan PSI. Mawar dianggap indah dan penuh semangat, tetapi rapuh. Sebaliknya, gajah melambangkan kestabilan, kekuatan,
kepemimpinan, dan daya tahan.

“Mawar itu cantik tapi ringkih. Gajah itu pelan, stabil, kuat, dan punya wibawa. Dari sini terlihat PSI ingin berubah dari partai yang penuh gegap gempita menjadi partai yang lebih stabil dan dekat dengan kekuasaan,” katanya.

Saat disinggung soal kepemimpinan Kaesang Pangarep, Gunadi mengaku belum melakukan analisis astrologi secara khusus. Namun ia menegaskan bahwa keberhasilan simbol tetap bergantung pada sosok pemimpin yang menjalankannya.

“Logo hanya membantu. Kalau pemimpinnya tidak punya leadership dan kestabilan yang kuat, maka simbol sehebat apa pun tidak akan maksimal. Ibarat mobil, logonya bagus tapi sopirnya tidak bisa mengendalikan kendaraan,” tandasnya.

Gunadi menilai keberhasilan sebuah partai politik bukan hanya ditentukan logo, tetapi juga struktur organisasi, visi, hingga keharmonisan energi di internal partai.

“Kalau dari bawah sampai atas energinya saling mendukung, partai akan kuat. Tapi kalau struktur ada namun tidak saling menopang, itu akan kropos dari dalam. Jadi selain logo, yang perlu diperbaiki juga adalah visi, karakter pengurus, dan sistem internalnya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *