BKI dan PLN Indonesia Power Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Teknis dan Dorong Energi Berkelanjutan

Jakarta – PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (BKI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT PLN Indonesia Power (PLN Indonesia Power) guna menjajaki potensi kerja sama strategis di berbagai bidang teknis.

Penandatanganan yang berlangsung di kantor PLN Indonesia Power, Jakarta, (27/4/2026) ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang mendukung operasional pembangkitan listrik yang andal sekaligus berkelanjutan.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai ruang lingkup, mulai dari jasa sertifikasi, inspeksi, non-destructive test, layanan laboratorium, hingga rekayasa teknik dan dekarbonisasi. Inisiatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang kolaborasi, termasuk dukungan teknis serta pemenuhan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Selain itu, MoU ini juga menjadi fondasi awal bagi kedua perusahaan dalam mengidentifikasi potensi manfaat, peluang, serta risiko dari kerja sama yang akan dijalankan. Dengan demikian, langkah lanjutan dapat disusun secara lebih terarah dan terukur.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh Direktur Utama BKI, R. Benny Susanto, didampingi Direktur Operasi Bisnis Komersial Erwin Ernanto Hoesni serta VP CoE Energy R. Sapto Agung Pramusinto. Sementara itu, PLN Indonesia Power diwakili oleh Direktur Utama Bernadus Sudarmanta beserta jajaran manajemen.

Dalam keterangannya, Benny Susanto menegaskan kesiapan BKI untuk menjadi mitra strategis dalam mendukung operasional PLN Indonesia Power.

“BKI akan mengedepankan kompetensi, independensi, serta keahlian teknis guna memastikan seluruh operasional dan fasilitas pembangkitan memenuhi standar keamanan, kualitas, serta kepatuhan regulasi tertinggi,” ungkap Benny.

Sementara itu, Bernadus Sudarmanta menilai bahwa peran BKI kini tidak hanya terbatas pada sektor perkapalan, tetapi juga mencakup layanan inspeksi, sertifikasi, dan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri ketenagalistrikan.

“Hal ini penting mengingat PLN Indonesia Power mengelola lebih dari 400 unit mesin pembangkit yang menyuplai sekitar 25 persen kebutuhan listrik nasional, sekaligus terus mengembangkan proyek energi baru terbarukan,” terang Bernadus.

Benny juga mengungkapkan salah satu fokus utama dalam penjajakan kerja sama ini adalah bidang dekarbonisasi. BKI akan memberikan dukungan melalui solusi rekayasa serta kajian kelayakan teknis guna mendorong sistem pembangkitan listrik yang lebih ramah lingkungan.

“Langkah ini sejalan dengan tren global menuju Net Zero Emission serta upaya memperkuat keberlanjutan sektor energi nasional,” pungkasnya.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang pengujian, inspeksi, sertifikasi, dan layanan statutoria, BKI memiliki pengalaman panjang dalam mendukung berbagai sektor industri. Melalui kerja sama ini, BKI menegaskan komitmennya dalam membangun sinergi, membantu mitigasi risiko, serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *