JAKARTA — Indonesian Dangdut Awards (IDA) 2026 kembali menjadi panggung yang memperlihatkan geliat musik dangdut Indonesia sekaligus proses regenerasi para penyanyinya. Konsistensi penyelenggaraan ajang penghargaan tersebut sejak 2014 dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi dangdut di tengah perkembangan industri musik yang terus berubah.
Direktur Emtek Media, Harsiwi Achmad, mengungkapkan rasa syukurnya karena Indonesian Dangdut Awards dapat terus digelar setiap tahun.
Menurutnya, IDA 2026 terasa semakin lengkap karena tidak hanya menghadirkan penyanyi senior, tetapi juga talenta-talenta muda dari berbagai generasi.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kehadiran para kontestan Dangdut Academy 8. Mereka melanjutkan jejak para jebolan Dangdut Academy dari generasi sebelumnya yang kini telah menghiasi industri musik Tanah Air.
“Selain yang senior-senior, kemudian ada yang tengah-tengah, ada yang masih kinyis-kinyis muda-muda. Jadi acara ini sangat komplit menampilkan penyanyi-penyanyi dangdut di Indonesia,” ujar Harsiwi.
Mengusung tema “Dangdut Generation Culture”, IDA 2026 juga menyoroti bagaimana musik dangdut terus mengalami evolusi. Harsiwi menilai dangdut tidak berhenti pada pakem klasik, tetapi berkembang melahirkan berbagai warna baru yang dekat dengan generasi muda.
Ia menyebut perjalanan dangdut telah melewati berbagai fase, mulai dari popularitas koplo, munculnya warna timuran, hingga berkembangnya hip-dut yang kini ikut mendapat tempat di kalangan anak muda.
“Ini menunjukkan bahwa dinamika musik dangdut dan perkembangan musik dangdut di Indonesia itu begitu variatif dan sekarang bahkan digemari oleh generasi muda,” tuturnya.
Bagi Harsiwi, perkembangan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa dangdut memiliki posisi kuat sebagai salah satu identitas musik Indonesia. Musik yang dahulu identik dengan kelompok tertentu kini dapat dinikmati lintas usia dan lapisan masyarakat.
Di sisi lain, panggung IDA 2026 juga menghadirkan penampilan spesial Muhammad Leslar Al-Fatih atau Abang L. Harsiwi menyebut putra Lesti Kejora dan Rizky Billar itu sebagai “cucunya Indosiar” karena kerap hadir dalam berbagai program dan produksi acara Indosiar.
Harsiwi berharap Abang L dapat terus berkembang dan menunjukkan kemampuan serta prestasinya di dunia hiburan.
Sementara itu, ketidakhadiran Valen DA7 di malam penghargaan juga menjadi perhatian. Harsiwi mengaku sedih karena Valen sebelumnya telah menjalani berbagai persiapan dan meraih sejumlah penghargaan.
Ia kemudian menyampaikan pesan kepada para talenta muda agar tidak mengabaikan kesehatan di tengah padatnya aktivitas. Menurutnya, perjalanan karier yang semakin sibuk harus diimbangi dengan menjaga kondisi tubuh agar para pedangdut muda dapat terus berkarya.
Harsiwi juga menanggapi fenomena “couple” di antara sejumlah kontestan Dangdut Academy 8 yang ramai diperbincangkan. Ia menilai kedekatan tersebut muncul secara alami dan pihak televisi tidak ingin memaksakan hubungan tertentu kepada para kontestan.
Yang terpenting, kata Harsiwi, para peserta tetap mendapatkan ruang untuk membangun persahabatan, saling memberikan dukungan, serta berkompetisi secara positif.
“Kita sebagai TV hanya memberikan wadah, memberikan fasilitas supaya mereka berjalan di jalan yang baik dan juga jalan yang benar,” katanya.
Lebih jauh, Harsiwi mengungkapkan filosofi Indosiar dalam membina talenta dangdut. Ia menggambarkan proses tersebut seperti seorang petani yang merawat tanaman satu per satu.
“Para peserta tidak hanya diberi panggung, tetapi juga terus diberikan tantangan agar kemampuan mereka berkembang,” pungkasnya.
Talenta-talenta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan mampu mewujudkan impian, mengembangkan potensi, sekaligus menjadi kebanggaan bagi daerah asalnya.Visi tersebut kemudian diarahkan lebih jauh.
Harsiwi berharap dangdut tidak hanya terus berjaya di dalam negeri, tetapi juga mampu dikenal di berbagai negara.
Dengan regenerasi yang berkelanjutan dan kreativitas yang terus berkembang, dangdut diharapkan dapat membahana dari Sabang sampai Merauke, dinikmati lintas generasi, hingga menjadi identitas musik Indonesia yang mampu menembus panggung internasional.


